Tuesday, December 22, 2015

Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia




A. Kesultanan Samudera Pasai.
 
 Kesultanan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Terletak di muara Sungai Peusangan di pesisir timur Laut Aceh berdiri pada abad ke-13 Masehi.

Kerajaan ini didirikan oleh Laksamana Laut Mesir Nazimuddin Al-Kamil dari Dinasti Mamaluk. Raja pertama kerajaan ini adalah Marah Silu dengan gelar Malik Al-Saleh (1285-1297). Hal ini dapat diketahui dari batu nisan pada makam Malik Al-Saleh yang berangka tahun 1297 Masehi.

Setelah meninggalnya Malik Al-Saleh, digantikan oleh puteranya Muhammad Malik Al-Tahir yang memerintah dari 1297 hingga 1326. Pengganti selanjutnya adalah Sultan Ahmad dengan gelar Malik Al-Tahir. Menurut Ibnu Battuta, musafir dari Arab menyebutkan bahwa Sultan Ahmad dan masyarakat Samudera Pasai taat beragama. 

Para pejabatnya berasal dari Persia dan Mesir. Samudera Pasai adalah kota pelabuhan dagang penting menjadi tempat singgah kapal-kapal dagang asing dari Cina dan India. Perdagangan, pelayaran, dan pertanian merupakan sumber pendatan bagi Samudera Pasai dan berkembang dengan baik sehingga memberikan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.

B. Kesultanan Demak

 Kesultanan Demak didirikan oleh Raden Patah, seorang adipati Majapahit yang kemudian masuk Islam. Awalnya Demak adalah daerah bawahan Kerajaan Majapahit yang kemudian melepaskan diri pada tahun 1500 Masehi. Dengan bantuan para walisongo, Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak. Sehingga menjadi kerajaan Islam besar di Pulau Jawa. Wilayah kekuasaannya meliputi Jepara, Semarang, Tegal, Palembang, pulau-pulau sekitar Kalimantan, dan Sumatra. 

Demak juga menguasai pelabuhan dagang penting seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Jaratan, dan Gresik. Kerajaan Demak berperan penting dalam proses perkembangan Agama dan budaya Islam di Pulau Jawa. Pada masa itu Demak menjadi pusat penyebaran Agama Islam. Para wali, selain sebagai penyebar Islam mereka juga sebagai pensehat kerajaan Demak. 

Maka didirikankanlah Mesjid Demak sebagai pusat penyebaran Agama Islam. Demak di bawah kepemimpinan Raden Patah dengan gelar Sultan Alam Akbar berkembang menjadi pesat karena memiliki lahan pertanian yang luas.

Jatuhnya Malaka ke Portugis menyebabkan putusnya hubungan perdagangan Demak. Hal itu menyebabkan kekhawatiran Demak akan ekspansi Portugis ke daerah-daerah kekuasaan Demak yang nantinya akan mengambil alih penguasaan perdagangan di wilayah Nusantara. Oleh karena itu, pada tahun 1513, Kerajaan Demak mengirimkan armada lautnya untuk menyerang Portugis di Malaka. 

Di bawah pimpinan Pati Unus, putra Raden Patah, Demak mengerahkan 10.000 prajurit dengan 100 buah perahu. Namun serangan ini berhasil digagalkan Portugis. Meninggalnya Raden Patah tahun 1518 digantikan oleh putranya Pati Unus ysng terkenal dengan gelar Pangeran Sabrang Lor. Masa pemerintahan Pati Unus tidak berlangsung lama. Tahun 1521 Pati Unus wafat. 

Pangeran Trenggana menjadi Raja Demak (1521). Di bawah kepemimpinannya kerajaan Demak berusaha menaklukan Jawa Barat pada tahun 1522 mengirimkan pasukan di bawah pimpinan Fatahillah untuk menguasai Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon.

Tahun 1527 Pasukan Demak berhasil mengusir Portugis dari Banten dan Sunda Kelapa, sehingga wilayah Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon direbut Demak. Sultan Trenggana juga memperluas kekuasaannya ke Jawa Timur. Ia memimpin pasukan ke Jawa Timur, satu per satu wilayah Madiun, Gresik, Tuban, dan Malang direbut. Tetapi ketika berusaha merebut daerah Pasuruan, Sultan Trenggana gugur tahun 1546.

Setelah gugurnya Trenggana, konflik keluarga raja Demak muncul, terjadi perebutan kekuasaan antara Pangeran Prawata, putra Sultan Trenggana, dengan Pangeran Sekar Seda ing Lepeng. Pangeran Sekar dapat dibunuh oleh Pangeran Prawata. Pangeran Arya Panangsang menuntut balas terhadap kematian ayahnya. 

Awalnya Pangeran Prawata berkuasa di Demak, namun ia kemudian dibunuh Arya Panangsang, dan ia juga membunuh Pangeran Hadiri, suami Ratu Kali Nyamat, adik Pangeran Prawata. Oleh Arya Panangsang, Pangeran dianggap sebagai penghalangnya menjadi raja Demak. Kemudian Arya Panangsang tampil sebagai Raja Demak.

Masa pemerintahan Raja Arya Panangsang, Kerajaan Demak mengalami gejolak kekacauan. Arya Panangsang yang memerintah dengan kejam banyak tidak disukai. Pembunuhan Pangeran Hadiri, menyebabkan istrinya Ratu Kali Nyamat mengasingkan diri dan memberontak untuk balas dendam atas kematian suaminya. 

Tindakan Kali Nyamat banyak mendapat dukungan dari para adipati bawahan Demak. Salah satunya adalah Adipati Pajang (daerah Boyolali), ia adalah menantu Sultan Trenggana, Pangeran Adiwijaya atau dikenal dengan nama Jaka Tingkir. Dibantu oleh Kyai Gede Pamanahan, Ki Panjawi, dan putranya Sutawijaya.

Adiwijaya berhasil mengalahkan Arya Panangsang. Kemudian ia naik tahta Kerajaan Demak dengan gelar Sultan Hadiwijaya serta memindahkan pusat kerajaan Demak ke Pajang tahun 1568 M. Dengan pemindahan itu maka berakhirlah riwayat Kesultanan Demak.

C. Kesultanan Mataram Islam

 Pernahkah kamu jalan-jalan ke Yogyakarta? Bila pernah, pasti kamu mengunjungi Keraton Yogyakarta. Apa kaitannya Keraton Yogyakarta dengan Kesultanan Mataram Islam? Nah, selanjutnya mari kita ikuti uraian tentang Kesultanan Mataram
Islam.

Munculnya Kesultanan Mataram tidak lepas dari Kerajaan Pajang, Sultan Adiwijaya (Jaka Tingkir) memberikan hadiah tanah di daerah Kota Gede, Mataram kepada Kyai Gede Pamanahan. Oleh Kyai Gede (Ageng) Pamanahan, daerah itu dibangun dan kemudian berkembang maju. Ia bercita-cita melepaskan diri dari Kerajaan Pajang, namun sebelum cita-cita itu tercapai tahun 1575 ia wafat, kemudian digantikan oleh putranya Sutawijaya yang berhasil lepas dari kekuasaan Kerajaan Pajang dan mendirikan Kerajaan Mataram.

Sutawijaya dinobatkan sebagai Adipati Mataram oleh Sultan Adiwijaya dengan gelar Senopati ing Alaga Sayidi Panatagama, yang berarti panglima perang dan pembela agama Islam. Di bawah kerja keras Sutawijaya, Mataram berkembang maju. Ia menjadikan Mataram sebagai kesultanan Islam terbesar di Pulau Jawa. Politik ekspansif Sutawijaya untuk menaklukan daerah-daerah lain dilakukan terhadap Surabaya, tahun 1586. Surabaya dapat ditaklukkan dan mengakui kekuasaan Mataram.

Selanjutnya Sutawijaya merebut Madiun dan Ponorogo. Tahun 1587, Mataram berusaha merebut Panarukan, Pasuruan dan Blambangan. Tiga daerah dapat ditaklukan, tetapi kemudian memerdekakan diri. Tahun 1595, Sutawijaya mengalihkan politik ekspansifnya ke Jawa Barat, dikirim pasukan Mataram untuk menaklukkan Cirebon dan Kerajaan Galuh. Akhirnya Cirebon dan Galuh berhasil ditaklukkan dan mengakui kekuasaan Mataram.

Politik perluasan wilayah Mataram tidak selamanya mulus. Sutawijaya banyak mendapat perlawanan dari daerah taklukan seperti daerah Pati dan Demak, secara bersama-sama memberontak kepada Mataram. Gabungan pasukan Demak dan Pati berhasil mencapai ibukota Mataram, meskipun pada akhirnya dapat ditumpas tentara berkuda Kerajaan Mataram.

Daerah Panarukan, Pasuruan, dan Blambangan juga ikut melepaskan diri setelah pasukan Mataram kembali ke Mataram. Sutawijaya boleh dikatakan berhasil meletakkan dasar-dasar Kesultanan Mataram, ia menerapkan sistem kerajaan berdasarkan Agama Islam (teokratis). Dalam pemerintahannya, kedudukan Sultan memegang peranan sangat penting dan kuat. Di bidang ekonomi, ia menjadikan Mataram sebagai kerajaan agraris maritim. Tahun 1601, Sutawijaya wafat digantikan putranya Mas Jolang dengan gelar Panembahan Seda ing Krapyak.

D. Kesultanan Banten

Tahun 1522 Portugis mendapat persetujuan dari Kerajaan Pajajaran diperbolehkan membangun markas dagangnya di Sunda Kelapa. Hal ini sangat mencemaskan Kerajaan Demak, akan bahaya dari Portugis. Maka diutuslah misi dipimpin oleh Nasrullah atau Fatahillah, menantu Sultan Trenggana, Raja Demak. Misi ini disertai oleh pasukan dengan tujuan agar bandar-bandar pesisir utara Jawa Barat tidak jatuh ke tangan Portugis. Singkatnya tahun 1527, pelabuhan Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon berhasil dikuasai Demak.

Fatahillah sukses merebut tiga pelabuhan itu. Kemudian tahun 1552 Fatahillah menyerahkan penguasaan Banten kepada putranya Hasanuddin dengan Gelar Panembahan Banten. Fatahillah sendiri pergi ke Cirebon untuk menggantikan Pangeran Pasarean, putra Fatahillah yang berkuasa atas Cirebon. Tahun 1568 Hasanuddin memerdekakan diri, Banten lepas dari Kerajaan Demak. Ia menobatkan dirinya menjadi raja pertama kerajaan Banten.

Maulana Yusuf kemudian meninggal digantikan putranya Maulana Muhammad tahun 1580-1596 Masehi, dengan gelar Kanjeng Ratu Banten. Tetapi karena ia masih berumur 9 tahun, pemerintahan dikendalikan oleh mangkubumi, baru kemudian dewasa ia naik tahta. Tahun 1596, Banten melakukan usaha penaklukan terhadap Palembang, karena kerajaan Palembang dianggap saingan perdagangan terhadap Banten.

Pada tahun yang sama 1596, Armada dagang Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman mendarat di Banten. Kedatangan Belanda menimbulkan keributan dan kegaduhan di Pelabuhan Banten. Sehingga tentara Kerajaan Banten mengusirnya dari Banten. VOC yang ingin memonopoli perdagangan berusaha merebut Banten.

Banten mencapai puncak kejayaan politiknya pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1683), ia sangat menentang kehadiran VOC di Banten yang memonopoli perdagangan. Banten merupakan pusat penyebaran agama Islam di wilayah barat Indonesia. Menurutmu, faktor apa yang melatarbelakangi dan mendorong para pedagang Belanda terlebih dahulu datang ke Kerajaan Banten?

E. Kesultanan Makassar (Goa Tallo)

Pada abad ke-16 M berdiri beberapa kerajaan di Sulawesi Selatan, antara lain Goa dan Talo. Kedua kerajaan ini kemudian bergabung menjadi satu dengan nama Goa-Tallo atau yang lebih dikenal dengan nama Makassar. Ibukota kerajaan Makassar adalah Sombaopu. Raja Goa adalah Daeng Manrabia kemudian masuk Islam menjadi Raja Goa-Tallo dengan gelar Sultan Alaudin. 

Sedangkan Raja Tallo, Karaeng Matoaya menjadi Mangkubumi dengan gelar Sultan Abdullah. Makassar adalah kerajaan Islam pertama di Sulawesi. Letak Makassar yang strategis pada jalur pelayaran antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur.

Makassar menjadi pintu masuk menuju ke wilayah Indonesia bagian timur, pada abad ke-16, Ternate, Tidore, dan Maluku sebagai pusat rempah-rempah. Banyak pedagang singgah di pelabuhan Makassar sebelum melanjutkan ke Ternate, Tidore, dan Maluku. Apalagi setelah jatuhnya Malaka ke Portugis. Pelabuhan Makassar berkembang pesat menjadi pelabuhan perdagangan.

Tahun 1639, Sultan Alaudin wafat digantikan putranya Sultan Muhammad Said. VOC berusaha membujuk Sultan, namun permintaan itu ditolak. Bahkan ia mengirimkan armada lautnya ke Maluku untuk membantu lepas dari cengkeraman VOC. Perlawanan Makassar terhadp VOC terus dilanjutkan oleh Sultan Hasanuddin, putra dari Sultan Muhammad Said. 

Sultan Hasanuddin memegang tampuk kekuasaan Makassar dari tahun 1653 hingga 1667. Pada masa pemerintahannya, Makassar menjadi kerajaan maritim besar di wilayah Indonesia bagian timur, wilayah kekuasaanya hingga ke Nusa Tenggara. Sultan Hasanuddin terkenal gigih menentang monopoli perdagangan Belanda.
 
F. Kesultanan Ternate dan Tidore


Pada abad ke-15 di Maluku terdapat lima kerajaan yang berkuasa, yakni Jailolo, Ternate, Tidore, Bacan dan Obi. Semuanya adalah kerajaan Islam. Di antara kelima kerajaan itu, kerajaan Ternate yang paling maju.

Ternate sebagai penghasil rempah rempah, menjadikan Ternate banyak dikunjungi pedagang. Sehingga Ternate maju menjadi pusat perdagangan di Maluku. Kemajuan Ternate memancing kecemburuan  empat kerajaan lainnya untuk bersekutu melawan Ternate. Terjadi perang, namun berlangsung tidak lama.

Kelima kerajaan itu sepakat untuk membuat kesepakatan bersama kerajaan mana yang lebih dulu menduduki posisi pertama dan seterusnya. Tetapi kesepakatan ini pecah di akhir abad ke-15, karena Ternate tampil kembali di urutan pertama selama 10 tahun. Ketika akan dikembalikan lagi menjadi raja Ternate, Sultan Khaerun dan rakyat Ternate menolak sultan lama. 

Penolakan ini menyebabkan Portugis marah dengan siasat licik Portugis mengundang Sultan Khaerun untuk berunding dengan Portugis namun Sultan ditangkap dan dibunuh oleh Portugis.

Pembunuhan Sultan Khaerun menyulut kemarahan rakyat Ternate, pemberontakan terjadi dipimpin oleh putra sulung Sultan Khairun, Baabullah. Sultan Baabullah menyerukan perang suci terhadap Portugis, ternyata Ternate banyak mendapat dukungan dari kerajaan-kerajaan lainnya termasuk Tidore. Perang akhirnya dimenangkan oleh rakyat dapat mengusir Portugis dari bumi Ternate tahun 1575, akhirnya Portugis menyingkir ke Timor Timur.



TIK Untuk SD



Teknologi Informasi dan Komunikasi Sekolah Dasar

Istilah teknologi informasi dan komunikasi mencakup dua aspek, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
  1. Teknologi Informasi
Secara sederhana teknologi informasi dapat dikatakan sebagai ilmu yang diperlukan untuk mengolah informasi agar informasi tersebut dapat dicari dengan mudah dan akurat. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkenaan dengan proses, penggunaan berbagai alat bantu, manipulasi, dan pengolahan informasi. Ilmu itu berupa prosedur, cara cara dan teknik untuk mengumpulkan, menyimpan, mengolah atau menelusuri informasi secara efisien dan efektif.
2.      Teknologi Komunikasi
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yaitu proses pengoperan dan penerimaan lambang lambang yang mengandung makna. Teknologi komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke perangkat yang lainnya. Atau dengan kata lain teknologi komunikasi adalah perangkat karas yang memungkinkan individu mengumpulkan, mengolah dan saling bertukar informasi dengan individu lain.
Dengan demikian teknologi informasi berkaitan erat dengan teknologi komunikasi. Keduanya merupakan perpaduan yang tidak terpisahkan dan berkaitan dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer atau pemindahan informasi.
Keberadaan TIK di sekolah dasar dirasakan perlu karena, seiring dengan kemajuan teknologi di masa sekarang ini anak sudah harus mulai di kenalkan dengan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi. Itu dilakukan untuk memberi bekal kepada siswa dalam menyongsong masa depan yang diperkirakan dan sudah pasti akan lebih banyak lagi penggunaan teknologi informasi dalam kehidupan.
Dengan adanya TIK dalam dunia pendidikan ini adalah demi kemajuan kualitas pendidikan yang di tuntut untuk menyesuaikan dengan perkembangan dunia global. Maka setelah adanya TIK di sekolah siswa di harapkan untuk dapat:
Mengembangkan potensi diri dalam bidang TIK.
·         Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar dan berbagai aktivitas dalam kehidupan.
·         Mengembangkan kemampuan belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
·         Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab.


Pengetahuan Siswa SD terhadap Komputer
  1. Komputer di SD
Teknologi informasi dan komunikasi tidak terlepas dari alat bantu, yaitu komputer. Kemajuan teknologi modern khususnya yang berkaitan dengan kemajuan komputer, akhir akhir ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pembaharuan tidak hanya dalam sektor bisnis, telekomunikasi, tetapi juga dalam dunia pendidikan.
Komputer di definisikan sebagai peralatan elektronik yang bekerja secara koordinatif dan integrative berdasarkan program. Komputer terdiri dari perangkat keras (hardware) seperti,keyboard, CPU, mouse, monitor,dll dan perangkat lunak (software) yaitu program yang mengatur/mengontrol perangkat keras,misalnya jika ingin mengetik software yang digunakan adalah Microsoft Word.
Semula komputer di manfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran di bidang administrasi. Kemudian dengan masuknya materi Teknologi informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran baik digunakan untuk menyampaikan informasi atau ide ide yang terdapat dalam materi pembelajaran ataupun sebagai media yang memungkinkan peserta didik belajar secara mandiri dalam memahami suatu konsep dalam bahan ajar.
Dalam kurikulum 2004 atau yang akrab disebut dengan KBK, mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi dipersiapkan untuk mengantisipasi dampak perkembangan teknologi khususnya dalam bidang informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari hari. TIK diperkenalkan, dipraktekan, dan dikuasai siswa sedini mungkin agar siswa memiliki bekal dalam kehidupannya. Serta siswa dapat menggunakan perangkat  teknologi informasi dan komunikasi secara tepat dan optimal.
Sebelum KBK diterapkan sudah banyak sekolah yang memasukkan komputer sebagai pelajaran ekstrakulikuler atau muatan local. Belum ada standar untuk materi yang diberikan. Setelah muncul KBK, maka banyak sekolah yang mulai menerapkan pembelajaran TIK dengan mengacu pada isi kurikulum.
  1. Pengetahuan siswa pada komputer
Adanya ledakan kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, maka komputer  merupakan salah satu kemajuan dari teknologi tersebut yang sedang populer saat ini, sehingga banyak dipelajari oleh berbagai kalangan. Penggunaan komputer  dalam sistem pendidikan nasional sudah tidak mungkin terelakkan, karena sejalan dengan upaya inovasi yang berbarengan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih serta tumbuhnya berbagai eksploitasi dalam hampir di semua  bidang dan dimensi pembangunan.
Pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi di sekolah sekolah tidak terlepas dari penggunaan komputer sebagai alat bantu proses pembelajaran. Namun yang perlu dilihat adalah pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi di tingkat sekolah dasar masih sangat rendah dibandingkan dengan tingkat SMP, SMA, atau perguruan tanggi. Selain itu  masih kurangnya sarana dan prasarana yang memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran TIK di tingkat SD. Dari data yang didapat, berdasarkan Pusat Teknologi dan Komunikasi ( PUSTEKKOM), DEPDIKNAS, baru 10 persen Sekolah Dasar yang memiliki laboratorium komputer. Tidak adanya sarana dan prasarana yang menunjang otomatis mempengaruhi pemahaman siswa mengenai komputer.
Data hasil observasi yang dilakukan di SD Cikalong II, pengenalan siswa terhadap komputer masih rendah. Mereka mengatakan komputer adalah alat yang digunakan untuk mengetik, alasannya karena mereka sering melihat komputer digunakan untuk mengetik. Keterbatasan mereka mengenal komputer karena tidak tersedianya fasilitas komputer di sekolah meraka. Selain itu penggunaan komputer di lingkungan tempat tanggal mereka masih sedikit.
Adanya pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi di SD, siswa SD di tuntut untuk dapat mengenal komputer. Dalam pembelajaran TIK, kompetensi yang harus ada pada diri siswa salah satunya adalah mengetahui perangkat perangkat komputer, baik perangkat keras, maupun perangkat lunak.
Satu atau dua orang diantara siswa SD tersebut memang sudah ada yang tahu komputer, karena sudah mempunyai komputer yang digunakan oleh ayah atau kakaknya. Namun sebagian besar anak belum memiliki  komputer dan bahkan ada anak yang belum pernah melihat komputer secara nyata.
Untuk siswa yang memiliki komputer, mereka hanya sebatas tahu saja bahwa itu komputer. Dia  tidak dapat menunjukan perangkat perangkat pada komputer, baik perangkat keras maupun perangkat lunak komputer. Namun  sudah bisa menghidupkan dan mematikan komputer benar. Dia juga bisa menggunakan komputer  walaupun hanya untuk memainkan game saja
Kemajuan teknologi komputer saat ini dirasakan semakin pesat, khususnya di bidang pendidikan, komputer dalam pembelajaran digunakan sebagai media untuk menyampaikan ide ide atau materi pembelajaran. Atau lebih luas lagi komputer dalam TIK digunakan untuk pembelajaran jarak jauh    yang menggunakan jaringan internet. Namun masih ada siswa yang belum mengenal komputer, dan kalangan masyarakat yang masih pasif manggunakan komputer.
Jika tadi anak berada di lingkungan yang belum banyak menggunakan komputer pemahamannya masih rendah, berbeda dengan anak yang berada di langkungan yang sebagian masyarakatnya sudah menggunakan komputer. Umumnya di lingkungan masyarakat perkotaan anak sudah mengenal dan sedikitnya sudah bisa menggunakan komputer. Bahkan ada diantaranya siswa SD yang sering mengunjungi warnet.
Siswa SD yang berada di daerah kota, walaupun di sekolahnya belum ada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi ataupun ekstrakurikuler komputer, tetapi mereka sudah bisa menggunakan komputer. Mereka dapat menghidupkan dan mematikan komputer dengan benar. Pemahaman mereka tentang perangkat komputer sudah lebih baik. Contohnya siswa SDN II Sukasenang banyak yang sudah mengetahui perangkat kares (hardware) komputer seperti keyboard, mouse, CPU, dan monitor. Dan sedikitnya mengetahui fungsi perangkat keras tersebut, misalnya seperti keyboard yang digunakan untuk menulis huruf atau angka.
Selain itu, siswa juga sudah mengenal perangkat lunak (software) komputer  walaupun tidak banyak. Kebanyakan dari mereka memang tidak tahu istilah istilah dalam software, namun mereka bisa menggunakan perangkat software itu sendiri.  Misalnya seperti  Microsoft Word, Mozilla Firefox, dan game. Jika ditanya apa itu Microsoft Word, mereka tidak bisa mendefinisikan tetapi mereka bisa menggunakan software tersebut untuk menulis angka atau huruf. Atau Mozilla Firefox yang menurut mereka adalah cara  untuk masuk ke jaringan internet.
Pemahamam siswa SD dalam mengenal komputer, menandakan sudah terjadi perkembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi walaupun belum menyeluruh. Perubahan juga terjadi di kalangan masyarakat sedikit demi sedikit masyarakat mulai menggunakan komputer dalam kehidupannya. Sekarang di daerah perkotaan sudah tidak kesulitan lagi menemukan penyedia jasa layanan internet atau yang lebih dikenal dengan sebutan warnet.
Masyarakat perkotaan memang sudah tidak asing lagi dengan komputer, karena banyak diantaranya orang tua yang menyediakan komputer di rumah untuk menunjang pembelajaran putra putri mereka. Bagi siswa yang disediakan fasilitas komputer di rumah, pegetahuan meraka lebih bertambah. Karena mereka bisa berlatih menggunakan program program yang ada pada komputer. Selain itu ada juga orang tua siswa yang memasukan anaknya dalam kegiatan pembelajaran ekstra di luar sekolah,yaitu kursus komputer. Sehingg  kompetensi TIK dalam diri siswa semakin meningkat.
Kemampuan Siswa SD di bidang TIK
Sekarang  di Indonesia TIK sudah diperkenalkan di semua jenjang pendidikan termasuk di sekolah dasar. Namun materi pembelajaran TIK di tingkat dasar  tidak seperti materi pembelajaran TIK di tingkat SMP atau SMA. Materi yang diajarkan di SD hanya sebatas pengenalan dasar- dasar TIK, yang salah satunya dasar- dasar pengenalan komputer.
Dari uraian kemampuan siswa tentang komputer,  kita dapat melihat kompetensi siswa di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa Sekolah Dasar masih perlu dikembangkan, baik itu dilihat dari segi pemahaman materi maupun dari segi keterampilan praktek. Oleh karena itu siswa dituntut untuk mengenal komputer walaupun keberadaan komputer di Sekolah Dasar masih jarang terutama di sekolah- sekolah  yang berada di daerah pedesaan.
Dalam panduan materi TIK SD/MI kurikulum 2004, standar kelulusan maata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang diterapkan untuk siswa SD diantaranya  adalah :
  1. Siswa mampu menunjukan perangkat keras komputer. Materi ajarnya adalah Teknologi Informasi dan Komunikasi umum yang meliputi: perangkat input, perangkat proses,perangkat output, perangkat penyimpan.
  2. Siswa mampu menggunakan ikon untuk membuat , memilih, dan mewarnai gambar dengan. Maka materi ajarnya yaitu nama dan fungsi ikon untuk menggambar,cara mewarnai gambar.
  3. Siswa mampu menunjukan perangkat lunak komputer. Bahan ajar yang disampaikan adalah pengenalan dasar tentang perangkat lunak dan macam macam perangkat lunak.
  4. Siswa dapat menunjukan ikon pengolah gambar, dan mendemonstrasikannya.
  5. Siswa dapat menunjukan perangkat lunak pengolah kata serta mendemonstrasikanya dengan kreatif. Disini siswa harus memahami nama, ciri cirri perangkat lunak pengolah kata, ikon ikon pengolah kata dan fungsinya.
  6. Siswa mampu menunjukan menu ikon standar pengolah kata
  7. Siswa mampu menunjukan ikon pendukung untuk merancang teks
Jika di bandingkan dengan kompetensi kompetensi diatas, kompetensi siswa SD di lapangan masih minim apalagi siswa SD di daerah daerah terpencil. Oleh karena itu terjadi perubahan pada kurikulum, yang berubah menjadi KTSP. Dimana sekolah bisa menentukan sendiri kurikulum komputer yang sesuai dengan potensi daerah tersebut. KTSP membuat Teknologi Informasi dan Komunikasi yang tadinya sebagai pelajaran intrakurikuler, sekarang disesuaikan dengan keadaan daerah. Bagi yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai bisa menyelenggarakan pelajaran computer.
Kompetensi siswa dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi akan berkembang jika:
·         Terdapat sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran, diantaranya laboratorium komputer, komputer, jaringan listrik,dll.
·         Terdapat tenaga pengajar yang professional dalam bidang TIK. Ini sangat penting karena dangan pengajar yang terlatih akan menghasilkan siswa yang kompeten.
Faktor-faktor pendukung diatas, masih harus diprebaiki. Pemerintah harus memikirkan cara agar setiap sekolah mampu menerapkan pembelajaran TIK khususnya di tingkat sekolah dasar. Karena jika tidak, dunia pendidikan akan sulit bersaing, dalam perkembangan zaman.
Seperti yang terjadi saat ini, masih banyak siswa sekolah dasar yang belum mengenal komputer sama sekali. Padahal pengenalan dasar tentang komputer adalah dasar dasar dari pembelajaran Teknologi Informasi dam Komunikasi. Siswa siswa yang berada di daerah terpencil sulit berkompetensi di bidang TIK.
Namun dari sekian banyak siswa yang belum memahami TIK, ada juga siswa siswa SD yang memiliki kemampuan yang lebih. Misalnya siswa yang bersekolah di sekolah sekolah unggulan. Dengan fasilitas yang ada mereka dapat melaksanakan pembelajaran TIK di sekolahnya dan dengan bimbingan guru yang professional di bidang TIK.
Contohnya seperti siswa siswi SD BPK Penabur SD yang termasuk sekolah unggulan ini kompetensi di bidang Tenologi Informasi dan Komunikasi sudah lebih unggul. Fasilitas di sekolah dasar tersebut sudah lengkap.Pembelajaran TIK di SD tersebut dimulai sejak anak duduk dikelas rendah.Banyak siswanya yang mengikuti perlombaan di bidang TIK. Dengan demikian kemampuan mereka dalam mengenal komputer sudah lebih maju.
Bahkan untuk kedepannya SD penabur ini, mempunyai rencana untuk menggunakan TIK dalam seluruh kegiatan pembelajaran contohnya, semua siswa datang ke sekolah tidak membawa alat tulis melainkan semua materi pembelajaran disimpan dalam komputer.